Tidak Sedikit, Inilah Jenis Kontraktor bangunan

Jika membicarakan mengenai pembangunan, kontraktor merupakan salah satu poin utamanya. Nama kontraktor bangunan sendiri, berasal dari nama kontrak. Hal ini berarti surat perjanjian atau bahkan sebuah kesepakatan yang dapat diartikan sebagai sewa. Maka dari itu kontraktor juga dapat diartikan sebagai pekerjaan yang di kontrak atau sewa.

Dalam hal ini jika membicarakan mengenai kontraktor, maka ada beberapa jenis kontraktor yang memang harus anda ketahui. Jenis-jenis yang dimiliki oleh kontraktor ini juga terbagi sangat luas dan juga setiap jenis dari kontraktor bangunan tersebut memiliki fokus dari usaha dan juga spesialisasinya masing-masing. Lalu apa saja jenis dari kontraktor?

Jenis-jenis Kontraktor Menurut Posisi dalam Proyek

  1. Maincon/main contractor/kontraktor utama

Jenis kontraktor yang satu ini, merupakan salah satu jenis dari kontraktor yang memang sudah ditunjuk langsung oleh klien atau bahkan ownernya. Dalam hal ini juga dapat melewati tender atau mekanisme lain. Maincon ini, memiliki hak untuk dapat menunjuk kontraktor lainnya, untuk mengerjakan bagian-bagian lain yang ada di projek.

Tentunya tetap disesuaikan dengan keahlian, yang dimiliki oleh kontraktor bawah dari maincon tersebut. Hal ini dilakukan agar target yang harus ditempuh maincon dapat tercapai.

  1. Subcon/ sub kontraktor

Berbeda dengan maincon, untuk subcon merupakan kontraktor bangunan yang memang mendapatkan bagian pekerjaan dari maincon yang disesuaikan dengan keahliannya masing-masing. Hal inilah yang menciptakan adanya hubungan yang dimiliki antara subcon dengan maincon.

Namun memang untuk dubcon, tidak adanya hubungan langsung dengan klien atau owner.

Jenis Kontraktor bangunan Menurut Mekanisme Orang

  1. Makelar proyek

Jenis kontraktor yang satu ini, merupakan kontraktor yang memang ditunjuk oleh klien sendiri untuk dapat memenangkan tender. Namun memang tidak secara langsung ikut dalam mengerjakan proyek tersebut bahkan tidak sama sekali. Jenis kontraktor yang satu ini hanya untuk mengambil fee, yang di dapatkan dari kontraktor lainnya.

Bukan tanpa alasan, namun cara ini dilakukan karena kontraktor ini memang memiliki biaya yang lebih mahal dibandingkan seharusnya, bahkan akan dimintai claim atas pekerjaan yang di lakukannya. Untuk kontraktor jenis ini memang sedikit rumit, karena tidak secara langsung terlibat dalam proses pembangunan yang dilakukan.

  1. Kontraktor murni

Berbeda dengan sebelumnya, jenis kontraktor ini turun langsung dalam proses pembangunan yang di lakukan. Namun memang beberapa pekerjaan tidak sepenuhnya dilakukan oleh kontraktor jenis ini. Kontraktor ini juga terbilang sedikit lebih mudah untuk digunakan, karena memang sebagian besar tidak menambahkan keuntungan yang ada pada sub pekerjaan.

Memang jenis dari kontraktor bangunan tidak sedikit. Jenis dari kontraktor tersebut juga dibagi sesuai dengan kegunaan dan juga menurut tugas yang dimilikinya. Untuk membuat pekerjaan semakin efisien, penggunaan kontraktor sebaiknya digunakan dan dipilih sesuai dengan kebutuhan.