Ilmu Pengetahuan, Apa Saja Ciri-Cirinya?

Rupanya menentukan suatu informasi sebagai sebuah ilmu pengetahuan bukanlah hal mudah. Ada ciri-ciri yang harus ada didalamnya. Apa ciri-ciri yang dimaksud?

Masa-masa di sekolah, setiap siswa akan diberikan berbagai materi baru. Siswa akhirnya mengalami proses belajar, dari tidak tahu menjadi tahu. Namun setelah beranjak ke dunia perkuliahan, materi tidak akan diberikan secara utuh oleh dosen. Anda dipaksa untuk mencari tahu ilmu pengetahuan dan materi secara mandiri. Di sinilah, mahasiswa perlu mengetahui apa saja ciri dari ilmu, sehingga tidak salah dalam memilih informasi. Lantas, apa saja ciri-ciri sebuah ilmu?

 

Apa Itu Ilmu Pengetahuan?

Pengetahuan merupakan proses pembentukan pengetahuan yang dilakukan secara terus menerus. Dimulai dari menjelaskan fenomena yang bersumber dari wahyu, semesta dan hati. Hingga akhirnya dapat diperiksa dan dikaji secara kritis. Tujuannya adalah memahami hakikat, landasan dasar atau asal usulnya, sehingga dapat diperoleh sebuah hasil yang rasional.

Untuk mendapatkan pengetahuan, anda dapat melakukan dengan berbagai cara. Cara yang termudah adalah melakukan pembelajaran, melalui sekolah ataupun kampus. Namun ada cara-cara lain yang dapat dilakukan, seperti membaca buku, mengikuti seminar ataupun mencari materi melalui internet. Seluruhnya dapat dilakukan, untuk mendapatkan pengetahuan baru dan bermanfaat.

Ciri-Ciri Pengetahuan

Sebuah pengetahuan memiliki ciri tertentu, agar dapat dinyatakan sebagai pengetahuan. Ciri-ciri tersebut akan disampaikan secara lebih dalam dibawah ini.

1. Obyektif

Pengetahuan yang ditemukan adalah pengetahuan yang obyektif. Obyektif dalam hal ini adalah pengetahuan yang dapat diterima dan oleh seluruh pihak. Hal ini tidak dipengaruhi oleh prasangka perseorangan ataupun kesukaan pribadinya. Jika ditemukan sebuah informasi yang tidak obyektif, maka informasi tersebut tidak termasuk sebagai pengetahuan.

2. Analitis

Ciri lainnya adalah analitis. Analitis adalah menguraikan persoalan menjadi bagian-bagian yang terperinci. Dari penjelasan ini dapat dibeda-bedakan berbagai pokok persoalan, peranan ataupun bagiannya. Semakin banyak poko yang didapat dari semua pengetahuan, semakin banyak ilmu yang akan diterima dari pembelajaran tersebut.

3. Empiris

Apakah pengetahuan bisa didapat secara asal? Tentu tidak. Pengetahuan akan didapat dengan empiris, di mana melalui proses pengamatan dan percobaan. Proses pengamatan dan percobaan pun tidak dilakukan dalam waktu singkat. Seluruhnya dilakukan secara perlahan dan melewati proses trial and error. Tidak heran, jika proses mendapatkannya cukup panjang.

4. Sistematis

Satu lagi ciri dari pengetahuan adalah dibuat dengan sistematis. Sistematis dalam hal ini adalah berbagai data pengetahuan disusun dengan utuh dan menyeluruh. Seluruhnya dibuat dengan rinci, sehingga mampu menjelaskan obyek yang dikaji dengan jelas. Jika anda belum memahaminya, dapat mencari tahu melalui berbagai informasi di buku ataupun jurnal.

Ciri terakhir adalah setiap pengetahuan harus dapat diverifikasi. Namun setiap ilmu pengetahuan memiliki cara verifikasi yang berbeda-beda. Jadi sebagai ilmuwan, anda diharapkan dapat mencari tahu apakah informasi yang didapat adalah benar-benar pegetahuan. Jika tidak, carilah media lain untuk dijadikan referensi.