7 Persiapan yang Harus Dilakukan Petani Cabai agar Sukses Panen

7 Persiapan yang Harus Dilakukan Petani Cabai agar Sukses Panen

Budidaya cabai kelihatannya mudah, tetapi tetap ada kemungkinan gagal jika kita tidak menyiapkan secara saksama proses tanamannya. Oleh karenanya, petani cabai harus melakukan persiapan yang matang saat akan menanam cabai. Berikut beberapa persiapan yang bisa diterapkan terutama bagi anda yang baru belajar bertani cabai.

  1. Tahap Penyiapan Lahan

Jika Anda ingin menanam cabai di lahan pertanian, akan lebih baik jika menggunakan mulsa daripada menanam satu per satu di polybag. Ukuran mulsa yang tepat akan memengaruhi tumbuh kembang tanaman cabai yang ditanam. Biasanya ukuran mulsa yang sering dipakai yaitu 50 cm x 100 cm.

Namun jika cabai akan ditanam di halaman rumah, maka sebaiknya menggunakan wadah polybag yang diberi tanah humus sebagai media tanam. Jika cara yang dipilih secara hidroponik, maka dibutuhkan media yang kuat dan dapat menyerap air seperti sabut kelapa, serbuk kayu, bambu, batu apung dan sebagainya. Cocokkan media tanam dengan cara menanam cabai.

  1. Tahap Pemilihan Benih/Bibit

Pemilihan bibit memiliki pengaruh besar terhadap laba yang nantinya akan diperoleh. Bibit cabai dapat dibeli di toko pertanian. Baca dengan teliti kemasan bibit cabai yang Anda beli, biasanya ada keterangan ketinggian lahan yang cocok untuk bibit tersebut.

Untuk mencapai target tanam yang diinginkan, sesuaikan dataran dengan bibit cabai. Jika Anda tinggal di dataran tinggi, maka pilih bibit cabai yang dapat ditanam di dataran tinggi. Jika Anda tinggal di dataran sedang, pilih bibit yang cocok untuk dataran sedang dan seterusnya.

Bibit yang saat ini mencantumkan kesesuaian dataran dengan bibit yang ditanam yaitu cap panah merah. Namun selain membeli di toko pertanian, Anda juga bisa langsung memilih bibit dari biji cabai unggul yang sudah tua kemudian melakukan penyemaian.

  1. Tahap Melakukan Penyemaian

Penyemaian ini untuk mendapatkan bibit cabai anakan yang nantinya dapat ditanam menjadi cabai dewasa yang menghasilkan. Untuk menyemai bibit Anda dapat melakukan dengan cara yang mudah.

Penanaman cabai dalam skala besar atau budidaya pertanian, sebaiknya dengan pembibitan yang terpisah, tidak akan efektif jika melakukan penyemaian biji satu per satu ke dalam mulsa. Hal ini dapat menjadi pemborosan bibit cabai yang digunakan.

Caranya yaitu semai bibit cabai secara terpisah lalu pindahkan saat bibit sudah mencapai tinggi 3-5 inci. Tanah untuk penyemaian harus subur (tanah humus) agar bibit yang dihasilkan berkualitas dan berdaun banyak. Jangan lupa rajin menyiram agar cepat tumbuh.

  1. Tahap Pengolahan Lahan

Langkah berikutnya yang harus dilakukan yaitu pengolahan lahan. Anda bisa menggunakan alat seperti traktor, cangkul, atau bajak. Tujuan utama pengolahan lahan yaitu menggemburkan tanah.

Lalu Anda harus membuat bandengan dengan jarak tanam 50 x 90 cm atau 50 x 70 cm, atau bisa disesuaikan dengan bibit yang akan ditanam. Sebelum digemburkan, sebaiknya diamkan tanah sekitar 1-2 minggu terlebih dulu agar pH tanah netral.

Petani Cabai agar Sukses Panen

  1. Tahap Pemupukan

Pemupukan ini dilakukan saat bibit dipindahkan dari media penyemaian ke media tanam. Pupuk yang digunakan yaitu TSP dan urea. Anda bisa lakukan pemupukan dengan sistem cor khususnya jika menanam cabai dalam mulsa. Pupuk cor lebih menyerap ke akar tanaman sehingga pertumbuhan tanaman dapat maksimal. Namun bagi anda yang sedang belajar bertani organik maka gunakanlah pupuk organic seperti Pupuk kompos aerob, Vermikompos ataupun pupuk organik cair.

  1. Tahap Perawatan

Perawatan budidaya cabai sangat penting, semakin rajin merawat maka semakin baik hasil panen. Penyiraman tanaman cabai ini seperti tanaman lain yaitu disiram setiap hari, memberikan pupuk tambahan ketika tanaman mulai tumbuh, menanggulangi gulma, hama, dan penyakit.

Namun untuk cabai skala besar, tidak perlu dilakukan penyiraman setiap hari karena kadar air di lahan pertanian sangat cukup saat musim penghujan. Penyiraman dalam skala sering dilakukan saat musim kemarau.

  1. Tahap Panen

Tahap akhir yang selalu ditunggu oleh petani cabai. Ciri cabai yang siap panen yaitu jika tanaman berbuah dan terlihat berisi, serta jika ditekan memiliki tekstur keras. Panen dapat dilakukan pada umur 110 hari, ada juga varian cabai yang bisa dipanen pada umur 90-100 hari.

Hal ini bergantung pada varietas cabai yang akan dipanen. Setelah proses panen tanaman cabai harus diberi pupuk dan pestisida. Lalu bisa dilakukan penyimpanan atau pemasaran pada pengepul maupun distributor.

Jika petani cabai menginginkan panen dengan kualitas dan kuantitas yang super, maka ketekunan dalam proses penanaman sangat dibutuhkan. Peningkatan produksi cabai akan menambah pendapatan sekaligus melestarikan tanaman lokal.